Our social:

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Tips Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Islami. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Agustus 2015

Memilih Pendidikan Formal Menurut Islam? Baca Yuk!

Terbongkarnya beberapa kasus pelecehan dan kekerasan seksual pada anak yang dilakukan oleh oknum pegawai dan pengajar dilingkungan pendidikan, membuat para orang tua menjadi resah dan khawatir terhadap pendidikan anak-anak mereka. 

Sekarang ini banyak tawaran sekolah-sekolah global yang mungkin secara kredibilitas berada diatas rata-rata, namun kurang mengutamakan pendidikan agama dan akhlak bagi para siswanya.


Sebagai orang tua yang beragama islam tentu kita harus lebih selektif dalam memilih sekolah untuk anak-anak kita, sebaiknya memilih sekolah yang bernuansa islam pula. Pendidikan akhlak dan agama merupakan hal yang tidak boleh terlupakan apalagi ditinggalkan semata-mata mengejar kesuksesan duniawi. 

Perlu diketahui juga oleh orang tua bahwa tidak semua institusi pendidikan formal mengajarkan tentang akhlak dan keagamaan. Untuk itu, sebagai orang tua sangat perlu agar lebih selektif dalam memilih jenjang pendidikan untuk anak-anak. Jangan sampai salah dan menyesal di belakang hari.

Sebaiknya orang tua memilih pendidikan formal yang tidak hanya berkualitas, namun juga memiliki nilai pembentukan akhlak yang mulia, seperti di pesantren atau mungkin ada pilihan untuk menyekolahkan anak ke Madrasyah Aliyah (MA) atau Madrasyah Tsanawitah (MTs). 

Jangan sampai demi mengejar kecerdasan duniawi, namun akhlak dan akidahnya menjadi terganggu dan kian berkurang. Hal ini sangat dikhawatirkan, sehingga peran orang tua sangat dibutuhkan untuk menentukan jenjang pendidikan anak.

Dengan menyekolahkan anak di sekolah yang memiliki kualitas agamis, maka diharapkan anak tersebut dapat tumbuh dan berkembang dengan mengedepankan akhlaknya yang mulia. Karena salah satu hal yang penting dari cabang pendidikan untuk anak adalah mengajarkan kepadanya tentang akhlak yang baik. Contoh sederhananya menyenangkan hati orang lain atau memberikan wajah berseri saat bertemu dengan saudaramuslim yang lain. 

Selain itu, sebaiknya para orang tua juga menekankan tentang pendidikan karakter bagi anak untuk membentuk karakter yang baik. Penguatan karakter yang bermoral serta berakhlak mulia, akan menuntun anak menjadi penerus generasi bangsa yang tidak hanya cerdas, namun juga jujur dan beriman.



Semoga bermanfaat...

Kamis, 06 Agustus 2015

Cara Mendidik Anak Menurut Agama Islam dan Sunnah Nabi



Salah siapa jika Anak tumbuh nakal, tak mau diatur dan bermental buruk? Mungkin bukan karena sang anak yang memang nakal. Mungkin kesalahan ada pada pola asuh orang tua.
Agar orang tua tidak salah mendidik anak, mulai dari rahim sampai usia 18 tahun, ada beberapa tahap mendidik anak pada masa tersebut seperti dianjurkan Rasulullah SAW.
Berikut ini, tahap mendidik tersebut, seperti dilansir Keluargacinta.com dari buku Athfalul Muslimin Kaifa Rabbahum Nabi al Amin karya Jamal Abdurrahman:

#Tahap 1, Sebelum Anak Lahir Sampai Usia 3 Tahun.

Mendoakan calon bayi
Mendoakan dan memberikan perhatian saat anak dalam kandungan
Mendoakan saat bayi hendak lahir
Menyambut bayi dengan azan
Men-tahniq bayi
Mengajarkan atau memperdengarkan zikir dan doa kepada bayi
Mengeluarkan zakat (fitrah) sejak ia lahir
Menyayanginya
Memberinya nama yang baik pada usia 7 hari
Melaksanakan aqiqah pada usia 7 hari
Mencukur rambutnya dan bersedekah setara dengan berat rambut pada usia 7 hari
Bercanda dengan bayi
Menyebut anak dalam gelar orang tua
Meng-khitan
Menggendong bayi
Menanamkan tauhid sejak dini
Memperhatikan penampilan dan gaya rambutnya
Mengajarkan cara berpakaian
Selalu menghadirkan wajah ceria kepadanya
Menciumnya dengan penuh kasih sayang
Bercanda dan bermain dengan anak-anak
Memberi hadiah
Mengusap kepalanya sebagai bentuk kasih sayang
Mengajarkan dan meneladankan kejujuran pada anak.

#Tahap II: Usia 4-10 Tahun

Membiasakan panggilan kasih sayang dengan nada lembut
Menemaninya bermain dan belajar
Mengajaknya berjalan sambil belajar
Memberikan kesempatan yang cukup untuk bermain
Menghargai permainannya
Menanamkan akhlak mulia
Mendoakannya
Mengajaknya berkomunikasi secara intensif dan minta pendapatnya
Mengajarkan amanah dan menjaga rahasia
Membiasakan makan bersama
Mengajarkan adab makan
Mengajarkan persaudaraan dan kerja sama
Melerai ketika anak-anak bertengkar
Melatih kecerdasannya dengan lomba dan cara lainnya
Memberikan hadiah kepada anak yang berhasil melakukan sesuatu atau berprestasi
Menjaga anak dengan zikir dan mengajarinya berzikir
Mengajarkan azan dan shalat
Mengajarkannya berani karena benar
Jika anak mampu, boleh ditunjuk sebagai imam.

#Tahap III, Anak Usia 10-14 tahun
Membiasakan salam
Memberikan makanan dan pakaian yang layak
Membiasakan anak tidur cepat (tidak larut malam)
Memisahkan tempat tidurnya dari orang tua dan saudara yang berbeda jenis kelamin
Mengajari adab tidur
Membiasakan anak menjaga pandangan
Membiasakan anak menutup aurat
Mengajarkan anak tidak menyerupai lawan jenis
Menyayangi, bukan memanjakan
Merawat dan mendoakan ‘ekstra’ saat anak sakit
Meluruskan kesalahan anak dengan bijak
Jika anak melanggar, berikan hukuman mendidik bukan menghukum fisik
Mengajari anak dengan praktek dan keteladanan
Mengajarkan pengobatan alami tingkat dasar
Membangun komunikasi intensif dalam forum keluarga
Mengajarkan dan membiasakan adab masuk rumah
Mengajarkan adab bertamu
Mengajarkan dan membiasakan adab masuk kamar orang tua
Membiasakan anak menghadiri undangan dan bersilaturahim
Mengajarkan anak berbuat baik kepada tetangga
Menjaga anak dari pergaulan buruk
Mengajarkan dan membiasakan adab berbicara
Mengajarkan anak menghormati ulama
Membiasakan anak mengasihi teman
Mengajarkan anak hidup sederhana
Mengajarkan anak berjuang dalam kehidupan, menghadapi ujian dan kesulitan

#Tahap IV, Anak usia 15-18 tahun
Memotivasi anak memanfaatkan dan mengoptimalkan waktu pagi
Memastikan anak mengisi waktu luang dengan hal-hal positif
Menguatkan kecintaan kepada Rasulullah dan Al Qur’an
Mengarahkan anak menjadi teladan dalam pergaulan
Mengajarkan kemandirian dan menjauhi kemalasan
Lebih memperhatikan kualitas pendidikan, ilmu dan Al Qur’an
Mengajari anak bahasa asing
Mengenali pola pikir anak
Memberikan nasehat pada momen yang tepat
Mengajaknya rekreasi bersama
Mengajari anak memikul amanah dan tanggungjawab
Memberinya tugas penting
Memupuk militansi dan semangat berjuang
Menumbuhkan semangat berkompetisi
Menanamkan motivasi untuk berhaji
Memahamkan dan memotivasi untuk menikah jika telah memiliki ba’ah.

Semoga bermanfaat...